Senin, 03 Agustus 2026

 

Mengolah Sampah Menjadi Berkah di TPST Sindu Mandiri

Di tengah meningkatnya jumlah sampah yang dihasilkan masyarakat setiap hari, pengelolaan sampah yang inovatif menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Kalurahan Sinduadi, Kabupaten Sleman menghadirkan salah satu solusi nyata melalui Tempat Pengolahan Sampah Terintegrasi (TPST) Sindu Mandiri, sebuah fasilitas modern yang mampu mengubah sampah menjadi produk yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Terletak di Padukuhan Kragilan, Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, TPST Sindu Mandiri menjadi contoh bahwa sampah bukanlah akhir dari sebuah siklus, melainkan awal dari manfaat baru jika dikelola dengan baik. Fasilitas ini diresmikan pada 14 Agustus 2023 oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Teknologi Modern yang Ramah Lingkungan

Keunggulan TPST Sindu Mandiri terletak pada penerapan teknologi pengolahan sampah hasil kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM). Teknologi yang digunakan berupa mesin bioreaktor dan mesin pemeras air sampah dengan sistem tertutup, sehingga seluruh proses pengolahan berlangsung secara higienis, ramah lingkungan, dan bebas dari bau busuk yang selama ini menjadi kendala utama tempat pengolahan sampah konvensional.

Dengan sistem tertutup tersebut, proses penguraian sampah organik berlangsung lebih efektif tanpa mengganggu kenyamanan masyarakat di sekitar lokasi. Hal ini membuktikan bahwa pengelolaan sampah modern dapat berjalan berdampingan dengan lingkungan permukiman.

Dari Sampah Menjadi Produk Bernilai

Sampah organik yang masuk ke TPST Sindu Mandiri tidak berakhir di tempat pembuangan, tetapi diproses menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat bagi sektor pertanian. Melalui teknologi bioreaktor, sampah organik diolah menjadi dua produk utama, yaitu:

  • Pupuk kompos padat yang bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah.
  • Pupuk organik cair yang dapat digunakan sebagai nutrisi tanaman dan mendukung pertanian ramah lingkungan.

Hasil olahan tersebut menjadi bukti bahwa sampah dapat diubah menjadi sumber daya yang berguna, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.

Mewujudkan Lingkungan yang Bersih dan Berkelanjutan

Keberadaan TPST Sindu Mandiri memberikan dampak positif yang luas. Selain mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), fasilitas ini juga membantu menekan pencemaran lingkungan, mengurangi emisi gas rumah kaca, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah.

Model pengelolaan ini menunjukkan bahwa persoalan sampah tidak hanya dapat diselesaikan melalui pembuangan, tetapi juga melalui inovasi, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi yang tepat.

Inspirasi Bagi Daerah Lain

TPST Sindu Mandiri menjadi contoh nyata bahwa pengelolaan sampah yang terintegrasi mampu memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan sektor pertanian sekaligus. Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sleman dengan Universitas Gadjah Mada menghadirkan inovasi yang tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah, tetapi juga menghasilkan produk yang bernilai guna.

Semangat "mengolah sampah menjadi berkah" bukan sekadar slogan, melainkan sebuah praktik nyata yang telah diwujudkan di Kalurahan Sinduadi. Dengan dukungan teknologi modern, kesadaran masyarakat, dan komitmen pemerintah, sampah yang sebelumnya dianggap sebagai masalah kini berubah menjadi sumber manfaat yang mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

 

Cegah Stunting, Investasi Penting untuk Masa Depan Anak

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama, terutama sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Anak yang mengalami stunting memiliki tinggi badan lebih pendek dibandingkan anak seusianya. Namun, stunting bukan hanya masalah tinggi badan. Kondisi ini juga dapat memengaruhi perkembangan otak, kemampuan belajar, daya tahan tubuh, serta produktivitas anak di masa depan.

Mencegah stunting sangat penting karena setiap anak berhak tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki kesempatan untuk meraih cita-citanya. Apabila stunting tidak dicegah sejak dini, dampaknya dapat berlangsung hingga dewasa. Anak yang mengalami stunting berisiko memiliki prestasi belajar yang lebih rendah, lebih mudah sakit, dan pada akhirnya dapat memengaruhi kualitas sumber daya manusia suatu bangsa.

Pencegahan stunting dimulai sejak sebelum bayi lahir. Ibu hamil perlu memenuhi kebutuhan gizi seimbang, rutin memeriksakan kehamilan, mengonsumsi tablet tambah darah sesuai anjuran tenaga kesehatan, serta menjaga pola hidup sehat. Setelah bayi lahir, pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama menjadi langkah penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Memasuki usia enam bulan, anak memerlukan makanan pendamping ASI (MPASI) yang bergizi, bervariasi, dan sesuai dengan usianya. Asupan protein hewani seperti telur, ikan, daging, dan susu sangat penting untuk mendukung pertumbuhan. Selain itu, konsumsi buah dan sayur juga diperlukan agar kebutuhan vitamin dan mineral terpenuhi.

Tidak hanya gizi, kebersihan lingkungan juga berperan besar dalam mencegah stunting. Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, menggunakan air bersih, menjaga sanitasi, serta melengkapi imunisasi anak dapat membantu mencegah infeksi yang dapat menghambat pertumbuhan.

Orang tua juga dianjurkan untuk rutin memantau pertumbuhan anak di posyandu atau fasilitas kesehatan. Dengan pemantauan yang teratur, gangguan pertumbuhan dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan dapat segera dilakukan.

Mencegah stunting bukan hanya tanggung jawab keluarga, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat, tenaga kesehatan, sekolah, dan pemerintah. Melalui kerja sama semua pihak, anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat, cerdas, dan menjadi generasi yang berkualitas.

Mari bersama-sama mencegah stunting mulai dari sekarang. Dengan gizi yang baik, pola hidup sehat, dan perhatian terhadap tumbuh kembang anak, kita telah berinvestasi untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.

 

Remaja Cantik Tanpa Anemia;  Putus Rantai Stunting Sejak Belia


Cantik Itu Sehat, Bukan Sekadar Penampilan

Banyak remaja menganggap cantik hanya tentang kulit yang bersih, tubuh yang ideal, atau pakaian yang menarik. Padahal, kecantikan sejati dimulai dari tubuh yang sehat. Salah satu ancaman kesehatan yang sering tidak disadari oleh remaja putri adalah anemia, yaitu kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin sehingga pasokan oksigen ke seluruh tubuh menjadi berkurang.

Anemia bukan hanya menyebabkan tubuh mudah lelah, pucat, pusing, atau sulit berkonsentrasi. Jika terjadi pada remaja putri dan tidak ditangani, dampaknya dapat berlanjut hingga masa kehamilan di kemudian hari dan meningkatkan risiko melahirkan bayi yang mengalami stunting. Oleh karena itu, mencegah anemia sejak remaja merupakan langkah penting untuk memutus rantai stunting antargenerasi.

Apa Hubungan Anemia dengan Stunting?

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Namun, pencegahannya sebenarnya sudah dimulai jauh sebelum seorang perempuan hamil, yaitu sejak masa remaja.

Remaja putri yang mengalami anemia cenderung memiliki cadangan zat besi yang rendah. Saat memasuki masa kehamilan, kondisi ini dapat meningkatkan risiko:

  • Bayi lahir dengan berat badan rendah.
  • Bayi lahir prematur.
  • Pertumbuhan janin tidak optimal.
  • Risiko stunting pada anak menjadi lebih tinggi.

Artinya, menjaga kesehatan remaja hari ini sama dengan mempersiapkan generasi yang lebih sehat di masa depan.

Mengapa Remaja Putri Rentan Mengalami Anemia?

Ada beberapa penyebab utama anemia pada remaja, antara lain:

  • Kehilangan darah setiap bulan saat menstruasi.
  • Pola makan yang kurang mengandung zat besi.
  • Kebiasaan melewatkan sarapan atau menjalani diet yang tidak sehat.
  • Kurangnya konsumsi buah dan sayur yang membantu penyerapan zat besi.
  • Infeksi cacing atau penyakit tertentu.

Karena itu, remaja putri membutuhkan perhatian khusus terhadap pemenuhan kebutuhan gizinya.

Kenali Tanda-Tanda Anemia

Anemia sering datang tanpa disadari. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Wajah tampak pucat.
  • Mudah lelah meskipun aktivitas ringan.
  • Sering mengantuk.
  • Pusing atau berkunang-kunang.
  • Sulit berkonsentrasi saat belajar.
  • Jantung berdebar.
  • Mudah sesak saat beraktivitas.

Jika gejala tersebut sering muncul, sebaiknya lakukan pemeriksaan kadar hemoglobin di fasilitas kesehatan.

Tips Mencegah Anemia Sejak Remaja

Mencegah anemia tidak sulit jika dilakukan secara konsisten. Berikut beberapa langkah sederhana:

1. Konsumsi Makanan Kaya Zat Besi

Perbanyak makanan seperti:

  • Hati ayam atau sapi.
  • Daging merah.
  • Ikan.
  • Telur.
  • Bayam.
  • Kacang-kacangan.
  • Tempe dan tahu.

2. Lengkapi dengan Vitamin C

Vitamin C membantu penyerapan zat besi. Konsumsilah jeruk, jambu biji, pepaya, stroberi, atau tomat bersamaan dengan makanan sumber zat besi.

3. Minum Tablet Tambah Darah

Remaja putri dianjurkan mengonsumsi tablet tambah darah secara rutin sesuai anjuran tenaga kesehatan, biasanya satu tablet setiap minggu dan sesuai program yang dilaksanakan di sekolah atau puskesmas.

4. Hindari Minum Teh atau Kopi Setelah Makan

Teh dan kopi dapat menghambat penyerapan zat besi. Beri jeda sekitar 1–2 jam setelah makan sebelum mengonsumsinya.

5. Terapkan Pola Hidup Sehat

Tidur yang cukup, rutin berolahraga, menjaga kebersihan diri, dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang akan membantu menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Peran Remaja dalam Mencegah Stunting

Pencegahan stunting bukan hanya tugas orang tua atau tenaga kesehatan. Remaja juga memiliki peran besar, antara lain:

  • Menjaga status gizi sejak dini.
  • Tidak melakukan diet ekstrem.
  • Aktif mengikuti edukasi kesehatan reproduksi.
  • Mengonsumsi tablet tambah darah secara rutin.
  • Menjadi contoh bagi teman sebaya dalam menerapkan pola hidup sehat.

Remaja yang sehat hari ini akan tumbuh menjadi calon orang tua yang mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Saatnya Jadi Remaja Cantik Tanpa Anemia

Menjadi cantik bukan berarti harus mengikuti standar penampilan tertentu. Cantik adalah ketika tubuh sehat, penuh energi, percaya diri, dan mampu meraih cita-cita tanpa terganggu oleh masalah kesehatan.

Mulailah dari langkah sederhana: makan makanan bergizi, minum tablet tambah darah secara rutin, aktif bergerak, dan peduli terhadap kesehatan diri sendiri. Dengan mencegah anemia sejak remaja, kita ikut memutus rantai stunting dan membangun generasi Indonesia yang lebih sehat, kuat, dan berdaya saing.

Ingat, remaja sehat hari ini adalah investasi untuk masa depan yang bebas stunting. Jadilah remaja cantik tanpa anemia, karena kesehatan adalah kecantikan yang sesungguhnya.

Kamis, 30 Juli 2026

 

Open Farm BUMKal Sindu Mandiri Hadirkan Pengalaman Seru Petik Melon Langsung dari Greenhouse

BUMKal Sindu Mandiri sukses menyelenggarakan kegiatan Open Farm pada Sabtu dan Minggu, 25–26 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi daya tarik bagi masyarakat yang ingin merasakan pengalaman memetik melon hidroponik langsung dari greenhouse sekaligus mengenal lebih dekat proses budidaya melon berkualitas.

Sejak pagi hari, pengunjung dari berbagai daerah berdatangan untuk menikmati wisata edukasi pertanian yang dikemas secara menarik. Tidak hanya dapat melihat tanaman melon yang tumbuh sehat di dalam greenhouse, pengunjung juga memperoleh penjelasan mengenai teknik budidaya hidroponik, mulai dari proses pembibitan, perawatan tanaman, hingga masa panen.

Salah satu momen yang paling dinantikan adalah kesempatan memetik melon langsung dari pohonnya. Pengunjung bebas memilih buah yang telah matang dan membawanya pulang dengan harga yang telah ditentukan. Aktivitas ini menjadi pengalaman yang menyenangkan, terutama bagi keluarga dan anak-anak yang ingin belajar tentang dunia pertanian secara langsung.

Selain menjadi sarana rekreasi, Open Farm juga merupakan bagian dari upaya BUMKal Sindu Mandiri dalam mengembangkan potensi ekonomi desa melalui sektor pertanian modern. Dengan menghadirkan konsep wisata edukasi, BUMKal tidak hanya memasarkan hasil panen, tetapi juga memperkenalkan inovasi budidaya melon hidroponik kepada masyarakat luas.

Antusiasme pengunjung selama dua hari penyelenggaraan menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap wisata berbasis pertanian. Banyak pengunjung memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berfoto di area greenhouse, berdiskusi dengan pengelola, hingga membeli melon segar sebagai oleh-oleh.

Melalui kegiatan Open Farm ini, BUMKal Sindu Mandiri berharap dapat terus menjadi pusat edukasi pertanian, mendorong tumbuhnya semangat berwirausaha di bidang agribisnis, serta memperkuat peran badan usaha milik kalurahan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ke depan, BUMKal Sindu Mandiri berkomitmen menghadirkan berbagai inovasi dan kegiatan serupa agar semakin banyak masyarakat yang mengenal potensi pertanian modern sekaligus menikmati pengalaman wisata yang edukatif, menyenangkan, dan bermanfaat.

Minggu, 26 Juli 2026

Manisnya Inovasi Ketahanan Pangan: Bumdes Sindu Mandiri Panen Raya Melon Sunny Bersama Bupati Sleman

 Wajah-wajah semringah menghiasi lahan pertanian yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sindu Mandiri. Hari ini, aroma wangi khas buah melon premium yang matang sempurna merebak di udara, menandai dimulainya Panen Raya Melon Varietas Sunny. Keberhasilan pertanian ini menjadi bukti nyata pemanfaatan optimal program ketahanan pangan desa.

Program strategis ini didanai sepenuhnya melalui alokasi Dana Desa Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2025. Sentuhan inovasi teknologi pertanian modern terbukti mampu mengubah dana stimulus pemerintah menjadi sumber pendapatan baru yang berkelanjutan bagi masyarakat desa.
Kehadiran Bupati Sleman: Apresiasi untuk Kemandirian Desa
Suasana panen raya semakin istimewa dengan kehadiran Bupati Sleman, Bapak Harda Kiswaya, yang datang langsung untuk memetik buah melon Sunny perdana. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kinerja pengurus Bumdes Sindu Mandiri dan jajaran pemerintah kalurahan.
"Ini adalah contoh nyata bagaimana Dana Desa dikelola secara produktif, bukan konsumtif. Bumdes Sindu Mandiri berhasil membuktikan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar menanam, tetapi juga menghadirkan komoditas premium bernilai jual tinggi yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga," ujar Harda Kiswaya di sela-sela kegiatan panen.
Mengapa Melon Sunny?
Pemilihan varietas Melon Sunny oleh Bumdes Sindu Mandiri didasarkan pada perhitungan ekonomi dan pasar yang matang:
  • Kualitas Premium: Memiliki daging buah yang renyah (crunchy) dan tingkat kemanisan (brix) yang tinggi di atas rata-rata melon lokal.
  • Nilai Jual Tinggi: Varietas ini sangat diminati oleh pasar modern dan swalayan besar, sehingga menjamin serapan hasil panen dengan harga stabil.
  • Efisiensi Lahan: Dibudidayakan dengan sistem proteksi modern yang meminimalkan gagal panen akibat cuaca ekstrem dan serangan hama.
Dampak Nyata Dana Desa 2025
Keberhasilan proyek ketahanan pangan ini memberikan dampak domino yang positif bagi internal desa:
  1. Penguatan PAD: Hasil penjualan melon Sunny diproyeksikan menyumbang Pendapatan Asli Desa (PAD) secara signifikan melalui bagi hasil Bumdes.
  2. Pemberdayaan Warga: Menyerap tenaga kerja lokal, mulai dari proses pengolahan lahan, perawatan harian, hingga proses pengemasan (packing) pascapanen.
  3. Edukasi Agribisnis: Menjadi sarana belajar (learning center) bagi petani milenial di Sleman untuk beralih ke pertanian hortikultura berbasis teknologi.
Dengan suksesnya panen raya ini, Bumdes Sindu Mandiri bersama Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen untuk terus memperluas skala produksi dan memperkuat rantai distribusi, menjadikan desa ini sebagai salah satu lumbung buah premium andalan di Yogyakarta.

Jika Anda ingin menyesuaikan artikel ini untuk media tertentu, silakan beri tahu saya mengenai:
  • Media publikasi yang dituju (seperti koran cetak, website berita online, atau media sosial)
  • Target panjang artikel atau jumlah kata yang diinginkan
  • Fokus tambahan yang ingin ditonjolkan (misalnya rincian omzet, lokasi spesifik greenhouse, atau kutipan tambahan)

Jumat, 03 Juli 2026

Mengubah Rencana Jadi Aksi Nyata; 

Lesson Learned dari Perencanaan Kalurahan

Proses perencanaan di tingkat kalurahan sering kali menghadapi tantangan besar, mulai dari konflik kepentingan hingga keterbatasan anggaran. Sebagai unit pemerintahan terkecil yang paling dekat dengan masyarakat, kalurahan dituntut untuk menyusun dokumen perencanaan yang tidak hanya memenuhi aspek administrasi, tetapi juga menjawab kebutuhan riil di lapangan.

Dari berbagai pengalaman pendampingan dan evaluasi, berikut adalah 5 pelajaran berharga (lesson learned) dalam menyusun dokumen perencanaan seperti RPJMKal (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kalurahan) dan RKPKal (Rencana Kerja Pemerintah Kalurahan) yang sukses dan berdampak nyata.

1.  Data Valid adalah Kunci, Bukan Sekadar Formalitas

Banyak perencanaan kalurahan gagal karena berbasis pada "keinginan" penguasa atau kelompok tertentu, bukan berbasis pada "kebutuhan" data riil.

·        Pelajaran Penting: Melakukan Pengkajian Keadaan Kalurahan (PKD) atau pemutakhiran data secara berkala (misalnya berbasis SDGs Kalurahan) adalah hal mutlak. Tanpa data yang valid mengenai jumlah keluarga miskin, potensi pertanian, atau angka stunting, program yang dirancang hanya akan menyasar ruang hampa.

·        Aksi Nyata: Bangun Sistem Informasi Kalurahan (SID) yang partisipatif. Gunakan data tersebut sebagai dasar utama dalam setiap perdebatan di forum musyawarah.

2.  Partisipasi Masyarakat Harus Substansial, Bukan Sekadar Presensi

Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kalurahan (Musrenbangkal) sering kali terjebak menjadi agenda seremonial demi memenuhi syarat pencairan dana.

·        Pelajaran Penting: Keterlibatan aktif dari keterwakilan perempuan, kelompok disabilitas, dan warga miskin terbukti melahirkan program yang lebih inklusif dan adil. Ketika warga merasa memiliki rencana tersebut, mereka akan ikut menjaga dan mengawasi jalannya pembangunan.

·        Aksi Nyata: Terapkan teknik penggalian gagasan kelompok secara terpisah sebelum musyawarah besar. Hal ini memberikan ruang bagi kelompok marjinal yang biasanya enggan bicara di forum umum.

3.  Sinergi Lintas Sektor Mengalahkan Ego Sektoral

Kalurahan tidak hidup di ruang isolasi. Perencanaan kalurahan yang baik harus mampu menyelaraskan diri dengan kebijakan pemerintah daerah (Kabupaten/Kota) dan pusat.

·        Pelajaran Penting: Banyak program kalurahan yang tumpang tindih dengan proyek dinas kabupaten karena kurangnya komunikasi. Pendekatan dari bawah ke atas (bottom-up) harus diimbangi dengan koordinasi yang kuat ke atas (top-down).

·        Aksi Nyata: Lakukan konsultasi intensif dengan jajaran kecamatan dan dinas terkait saat menyusun rancangan awal RKPKal.

4.  Skala Prioritas Harus Rinci dan Realistis

Anggaran kalurahan—baik dari Dana Kalurahan, Alokasi Dana Kalurahan, maupun Pendapatan Asli Kalurahan—selalu memiliki batas. Mencoba menyelesaikan semua masalah dalam satu tahun anggaran adalah resep menuju kegagalan.

·        Pelajaran Penting: Pemerintah kalurahan harus berani menyaring ratusan usulan warga menjadi beberapa program prioritas yang menkalurahank dan berdampak luas. Dokumen perencanaan harus disusun secara rinci namun tetap fleksibel terhadap perubahan situasi darurat.

·        Aksi Nyata: Buat indikator penilaian usulan yang transparan (misalnya berdasarkan jumlah penerima manfaat, tingkat kedaruratan, dan kesiapan lahan)

5.  Pentingnya Peningkatan Kapasitas Aparatur Kalurahan

Dokumen perencanaan yang hebat hanya lahir dari tim penyusun yang kompeten dan paham regulasi serta tata kelola keuangan.

·        Pelajaran Penting: Seringkali terjadi hambatan operasional karena Pamong Kalurahan atau Badan Permusyawaratan Kalurahan (Bamuskal) belum sepenuhnya menguasai mekanisme penyusunan anggaran dan aspek hukum terbaru. Investasi pada manusia jauh lebih penting sebelum mengesekusi infrastruktur fisik.

·        Aksi Nyata: Dorong keikutsertaan aparatur dalam mengikuti peningkatan kapasitas  Penyusunan Perencanaan Kalurahan secara berkala untuk memperbarui pengetahuan tata kelola.

Perencanaan kalurahan yang sukses bukan dinilai dari seberapa tebal dokumen jilidannya, melainkan seberapa besar perubahan positif yang dirasakan oleh warga. Dengan mengintegrasikan data berbasis bukti, partisipasi inklusif, dan skala prioritas yang logis, kalurahan dapat bertransformasi menjadi motor penggerak kesejahteraan yang transparan dan akuntabel.

 

 

 

 

 

 


  Mengolah Sampah Menjadi Berkah di TPST Sindu Mandiri Di tengah meningkatnya jumlah sampah yang dihasilkan masyarakat setiap hari, pengel...