Selasa, 09 Juni 2026

"Piring Makanku Kaya Nutrisi: Aksi Bersama Berantas Stunting di Lingkungan Kita"

Rembuk Stunting merupakan forum musyawarah tahunan untuk menyampaikan hasil analisis situasi dan rancangan rencana kegiatan pencegahan serta penurunan stunting di tingkat desa. Kegiatan ini menyatukan komitmen dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader lapangan, hingga unsur keamanan dan tokoh masyarakat.

10 Juni 2026, Sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam percepatan penurunan angka stunting dan pembangunan sumber daya manusia, Kalurahan Tlogoadi menyelenggarakan kegiatan Rembug Stunting. Kegiatan ini merupakan bentuk penguatan peran pemerintah Kalurahan dalam menangani stunting secara konvergen dan partisipatif. Kegiatan ini juga sebagai wadah atau menampubg usulan -usulan dari Kader Posyandu maupun Warga masyarakat, yang ditindaklanjuti di Musyawarah Kalurahan Penyusunan RKPKal Tahun 2027

👥 Daftar Kehadiran Unsur Lintas Sektor
Pertemuan ini dihadiri oleh pemangku kepentingan kunci demi memastikan program berjalan terpadu:
  • Panewu Kapanewon Mlati : Memberikan arahan kebijakan makro dan supervisi jalannya program di tingkat kapanewon.
  • Ahli Gizi Puskesmas Mlati 2 : Memaparkan data capaian gizi terkini, analisis balita stunting, serta memberikan rekomendasi intervensi spesifik.
  • PLKB (Petugas Lapangan Keluarga Berencana): Mengoordinasikan program pendampingan keluarga berisiko stunting dan edukasi hulu (calon pengantin).
  • TPP (Tenaga Pendamping Profesional): Mengawal sinkronisasi perencanaan desa agar sesuai dengan regulasi pemanfaatan dana desa.
  • BPKAL (Badan Permusyawaratan Kalurahan): Memberikan pengawasan, masukan aspirasi warga, dan dukungan legislasi anggaran kalurahan.
  • Kader Posyandu: Menyampaikan realita data penimbangan di lapangan serta kendala teknis di meja pelayanan posyandu.
  • PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga): Berperan aktif dalam edukasi pola asuh, ketahanan pangan keluarga, dan penggerakan masyarakat.
  • Babinsa & Bhabinkamtibmas: Memberikan dukungan pengamanan, pengawalan program, serta pendampingan langsung ke rumah warga.
  • Tokoh Masyarakat: Membantu sosialisasi dan menggerakkan kesadaran warga dalam pemenuhan gizi dan sanitasi sehat.
🎯 Fokus Bahasan Utama
  1. Analisis Data Gizi: Meninjau sebaran balita stunting, underweight, dan wasting di wilayah Tlogoadi berdasarkan laporan Puskesmas Mlati 2.
  2. Evaluasi Program: Menilai efektivitas pemberian makanan tambahan (PMT), kelas ibu hamil, dan layanan posyandu yang sudah berjalan.
  3. Penyusunan Rencana Kerja: Menyepakati alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Kalurahan (APBKal) untuk intervensi gizi spesifik dan sensitif pada tahun anggaran berjalan maupun berikutnya.
  4. Komitmen Bersama: Menandatangani berita acara komitmen bersama untuk mewujudkan Kalurahan Tlogoadi bebas stunting (Zero Stunting).
📈 Output yang Diharapkan
  • Tersusunnya usulan prioritas program penanganan stunting yang masuk ke dalam RKP Kalurahan.
  • Terwujudnya kerja sama yang solid dan kejelasan peran dari masing-masing instansi (Puskesmas, PLKB, Kader, hingga Babinsa/Bhabinkamtibmas).
  • Meningkatnya kesadaran kolektif untuk melakukan pendampingan ketat pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

SALUR BLT DD BULAN JUNI KALURAHAN SENDANGADI

 Pemerintah Kalurahan Sendangadi resmi menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) bulan Juni tahun ini kepada 14 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Setiap keluarga menerima uang tunai sebesar Rp300.000 secara utuh tanpa potongan.

Berikut adalah detail lengkap mengenai kegiatan penyaluran bantuan tersebut.
📌 Ringkasan Penyaluran BLT Dana Desa
  • Lokasi Kegiatan: Kantor Kalurahan Sendangadi
  • Waktu Penyaluran: Bulan Juni 2026
  • Target Sasaran: 14 Keluarga Penerima Manfaat (KPM)
  • Nominal Bantuan: Rp300.000 per kepala keluarga (KK)
  • Sumber Dana: Anggaran Dana Desa Sendangadi
🤝 Proses Penyaluran Berjalan Lancar
Acara penyerahan bantuan ini dihadiri oleh Lurah Sendangadi beserta seluruh pamong kalurahan. Proses pembagian uang tunai berjalan dengan tertib, aman, dan tepat sasaran.
Pihak kalurahan memastikan seluruh bantuan sampai ke tangan yang berhak tanpa ada hambatan. Bagi warga penerima yang sudah lansia atau sakit, petugas kalurahan memberikan perhatian khusus agar mereka tetap bisa menerima haknya dengan nyaman. Dari 14 KPM 2 diantaranya dilaksanakan Kunjungan ke rumah 🏡 
💡 Harapan untuk Warga Penerima
Pemerintah Kalurahan Sendangadi berharap uang bantuan ini dapat meringankan beban ekonomi keluarga penerima. Bantuan tunai ini sebaiknya digunakan untuk membeli kebutuhan pokok sehari-hari, seperti:
  • Bahan makanan bergizi (beras, telur, sayur)
  • Kebutuhan kesehatan keluarga
  • Keperluan dasar rumah tangga lainnya
  • Memutar perekonomian tingkat Kalurahan Sendangadi 


 Rembug Stunting Kalurahan Sinduadi Tahun 2026;
Upaya Menuju Sinduadi Emas 2045

 

          Kegiatan Rembuk Stunting adalah forum musyawarah desa yang diselenggarakan sebagai pramusyawarah perencanaan pembangunan untuk membahas dan menetapkan komitmen serta program prioritas pencegahan dan penanganan stunting

          Rembuk Stunting di tingkat Kalurahan Sinduadi dilaksanakan pada Jum’at, 5 Juni 2026, kegiatan ini adalah forum musyawarah strategis untuk merumuskan aksi nyata percepatan penurunan stunting. Kolaborasi lintas sektor ini sangat penting untuk mewujudkan target nasional menurunkan prevalensi stunting demi mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul menyongsong visi Generasi Sinduadi Emas 2045.

          Kegiatan musyawarah ini sangat krusial karena berfungsi sebagai forum pramusyawarah desa untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Sinduadi tahun 2027 agar program pencegahan stunting terintegrasi dengan baik.

          Hadir rembug stunting di kalurahan Sinduadi Lurah Sinduadi beserta jajaran perangkat kalurahan, BPKal, PKK, KPM, Kader kesehatan, Babinsa, Babinkamtibmas, Pendamping Desa dan tokoh masyarakat lainnya.

          Bertindak selaku nara sumber adalah kepala Tata Usaha Puskesmas Mlati 1 mewakili kepala Puskesmas Mlati 1. Pada kesempatan ini dipaparkan kondisi dan peta stunting di weilayah Sinduadi, di mana angka stunting kalurahan Sinduadi berada di angka 3,68, berada di bawahangka kabupaten Sleman 4,29. Faktor determinan yang menjadi faktor resiko kejadian stunting di kalurahan Sinduadi adalah:

1.      1. Asupan gizi yang tidak adekwat
2       Paparan asap rokok
3.    Riwayat ibu hamil KEK
4.    Riwayat BBLR
5.    Penyakit penyerta pada bayi

          Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi terpimpin dengan moderator pendamping desa kapanewon Mlati,  dari hasil diskusi di peroleh kesepakatan:

1.    1. Optimalisasi pekarangan warga untuk mendukung ketahanan pangan keluarga yang beresioko stunting dengan penanaman sayuran konsumsi dengan fasilitas bibit dari pemerintah kalurahan
2.    Optimalisasi peran posyandu remaja untuk edukasi remaja dan calon pengantin dalam mempersiapkan kehidupan bertumah tangga
3.    Dukungan operasional bagi kader dalam pembagian PMT

          Kegiatan Rembug Stunting telah berjalan dengan lancar dan berhasil menyusun komitmen bersama demi mempercepat penurunan angka stunting di wilayah kalurahan Sinduadi. Usulan-usulan yang telah disepakati diharapkan dapat segera dikawal dalam forum Musrenbangdes agar terealisasi sepenuhnya pada tahun anggaran berikutnya.




       

"Piring Makanku Kaya Nutrisi: Aksi Bersama Berantas Stunting di Lingkungan Kita"

Rembuk Stunting merupakan forum musyawarah tahunan untuk menyampaikan hasil analisis situasi dan rancangan rencana kegiatan pencegahan serta...