Rembuk Stunting merupakan forum musyawarah tahunan untuk menyampaikan hasil analisis situasi dan rancangan rencana kegiatan pencegahan serta penurunan stunting di tingkat desa. Kegiatan ini menyatukan komitmen dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader lapangan, hingga unsur keamanan dan tokoh masyarakat.
10 Juni 2026, Sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam percepatan penurunan angka stunting dan pembangunan sumber daya manusia, Kalurahan Tlogoadi menyelenggarakan kegiatan Rembug Stunting. Kegiatan ini merupakan bentuk penguatan peran pemerintah Kalurahan dalam menangani stunting secara konvergen dan partisipatif. Kegiatan ini juga sebagai wadah atau menampubg usulan -usulan dari Kader Posyandu maupun Warga masyarakat, yang ditindaklanjuti di Musyawarah Kalurahan Penyusunan RKPKal Tahun 2027
- Panewu Kapanewon Mlati : Memberikan arahan kebijakan makro dan supervisi jalannya program di tingkat kapanewon.
- Ahli Gizi Puskesmas Mlati 2 : Memaparkan data capaian gizi terkini, analisis balita stunting, serta memberikan rekomendasi intervensi spesifik.
- PLKB (Petugas Lapangan Keluarga Berencana): Mengoordinasikan program pendampingan keluarga berisiko stunting dan edukasi hulu (calon pengantin).
- TPP (Tenaga Pendamping Profesional): Mengawal sinkronisasi perencanaan desa agar sesuai dengan regulasi pemanfaatan dana desa.
- BPKAL (Badan Permusyawaratan Kalurahan): Memberikan pengawasan, masukan aspirasi warga, dan dukungan legislasi anggaran kalurahan.
- Kader Posyandu: Menyampaikan realita data penimbangan di lapangan serta kendala teknis di meja pelayanan posyandu.
- PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga): Berperan aktif dalam edukasi pola asuh, ketahanan pangan keluarga, dan penggerakan masyarakat.
- Babinsa & Bhabinkamtibmas: Memberikan dukungan pengamanan, pengawalan program, serta pendampingan langsung ke rumah warga.
- Tokoh Masyarakat: Membantu sosialisasi dan menggerakkan kesadaran warga dalam pemenuhan gizi dan sanitasi sehat.
- Analisis Data Gizi: Meninjau sebaran balita stunting, underweight, dan wasting di wilayah Tlogoadi berdasarkan laporan Puskesmas Mlati 2.
- Evaluasi Program: Menilai efektivitas pemberian makanan tambahan (PMT), kelas ibu hamil, dan layanan posyandu yang sudah berjalan.
- Penyusunan Rencana Kerja: Menyepakati alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Kalurahan (APBKal) untuk intervensi gizi spesifik dan sensitif pada tahun anggaran berjalan maupun berikutnya.
- Komitmen Bersama: Menandatangani berita acara komitmen bersama untuk mewujudkan Kalurahan Tlogoadi bebas stunting (Zero Stunting).
- Tersusunnya usulan prioritas program penanganan stunting yang masuk ke dalam RKP Kalurahan.
- Terwujudnya kerja sama yang solid dan kejelasan peran dari masing-masing instansi (Puskesmas, PLKB, Kader, hingga Babinsa/Bhabinkamtibmas).
- Meningkatnya kesadaran kolektif untuk melakukan pendampingan ketat pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Jangan lupa yang memberantas stunting juga jangan lupa makan bergizi.
BalasHapus