Terletak
di barat daya Yogyakarta, Kalurahan Sinduadi adalah 1 dari 5 kalurahan di Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman. Kondisi
geografis sebagian besar berupa dataran rendah, dan berbatasan langsung dengan
wilayah kota Yogyakarta. Kondisi
geografis yang berada di daerah perbatasan ini memicu berbagai permasalahan,
baik permasalahan sosial maupun peemasalahan kesehatan di masyarakat, salah
satunya adalah masalah stunting pada bayi dan balita.
Sejak tahun 2015 pemerintah telah
mengalokasikan dana desa untuk semua kalurahan di seluruh Indonesia, kalurahan
Sinduadi adalah salah satunya. Dana Desa adalah
dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang
diperuntukkan bagi desa dan dikelola secara mandiri untuk membiayai pembangunan
serta pemberdayaan masyarakat. Salah satu prioritas penggunaan
dana desa pada tahun 2025 adalah untuk penanganan dan pencegahan stunting, hal ini selaras dengan kebutuhan
Kalurahan Sinduadi untuk mengatasi peermasalahan stunting di wilayah tersebut.
Kalurahan Simduadi memanfaatkan kesempatan baik tersebut dengan kegiatan
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil, hal ini bertujuan untuk
menciptakan generasi emas untuk kemajuan Sinduadi.
Menurut pengertian stunting adalah
kondisi gagal tumbuh pada anak balita yang di sebabkan oleh kekurangan gizi
kronis utamanya pada 1000 hari pertama
kehidupan (HPK). Stunting berpengaruh
pada pertumbuhan dan perkembangan otak anak, selain itu anak stunting di masa
dewasa memiliki resiko lebih besar menderita
penyakit kronis. Penyebab langsung stunting adalah rendahnya asupan gizi,
sehingga untuk mengatasi masalah tersebut fokus penanganan adalah pada
penanganan perbaikan gizi balita. Penyebab
lain yang berpengaruh adalah faktor lingkungan sosial hal ini erat
kaitannya dengan cara pemberian makan balita dan pengetahuan pengasuh terhadap
gizi makan balita.
Kejadian stunting dapat di cegah sejak sebelum
bayi lahir atau sejak di dalam kandungan, Pencegahan stunting pada ibu hamil
fokus pada pemenuhan nutrisi mikro dan makro, terutama protein hewani,
pemeriksaan kehamilan (ANC) rutin minimal 6 kali, konsumsi Tablet Tambah Darah
(TTD), serta menjaga kebersihan lingkungan untuk menghindari infeksi. Langkah ini krusial pada 1000 (HPK)
Menyadari akan pentingnya penanganan
stunting ini, pemerintah kalurahan Sinduadi mengadakan program pemberian PMT
bagi ibu hamil dengan bahan pangan lokal tinggi protein hewani dan nabati,
kegiatan ini bertujuan agar ibu hamil dapat melahirkan bayi yang sehat dan
mencegah kejadian stunting pada bayi.
Hasil
yang di harapkan dari pem,berian PMT ini adalah:
1. 1. Status
gizi ibu hamil meningkat, dan menjalani kehamilan dengan sehat sejahtera
2. 2. Ibu
melahirkan bayi yang sehat dan tidak stunting
3. 3. Memiliki
sistem perbaikan status ibu hamil yang
terkolaborasi di Kalurahan Sinduadi.
Selama tahun 2025 PMT ini di berikan
sebanyak 3 kali pemberian, dengan jumlah sasaran sebanyak 60 orang ibu hamil.
Distribusi pemberian makanan tambahan (PMT) bagi ibu hamil, dengan cara ibu di undang ke balai kalurahan Sinduadi, sebelum
PMT di serahkan, ibu di berikan penyuluhan tentang pentingnya gizi bagi ibu
hamil dan sosialisasi penggunaan dana desa untuk penanganan stunting. Bahan
makanan yang di berikan berupa telur, kacang hijau, susu ibu hamil dan beras
fortifikasi
Pemberian PMT bagi ibu hamil ini di
harapkan akan membawa dampak positif bagi kesehatan ibu hamil pada umumnya dan
menciptakan generasi emas di masa yang akan datang pada khususnya. Selain itu
kegiatan ini menjadi bukti nyata perhatian dari pemerintah, bahwa penggunaan
dana desa tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur namun juga pada pembangunan
manusia seutuhnya.


tim mlati kompak....terimaksaih teman-temanku.....
BalasHapus